Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasional

DPR Disabotase: Surat Pemakzulan Gibran Tidak Dibacakan

DPR Disabotase: Surat Pemakzulan Gibran Tidak Dibacakan Feri Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, dalam program Abraham Samad Speak Up membahas surat pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Tangkapan layar YouTube Abraham Samad Speak Up) Jakarta, 30 Juni 2025 – Dalam sebuah diskusi publik bertajuk Abraham Samad Speak Up , kembali mencuat isu penting seputar pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam acara ini, hadir Feri Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, yang turut menyampaikan berbagai pandangan kritis terkait dinamika hukum dan politik yang sedang berlangsung. Feri Amsari menjelaskan bahwa terdapat cukup banyak bukti logis yang menunjukkan adanya hubungan antara akun kontroversial “Fufu Fafa” dengan Wakil Presiden saat ini. Dugaan ini, menurutnya, tidak bisa dianggap sepele. Ia menekankan bahwa keterkaitan tersebut haru...

Belum Juga Dirilis Secara Resmi. Aplikasi Policetube Sudah Dibanjiri Rating Buruk Dan Bintang Satu

Belum Juga Dirilis Secara Resmi. Aplikasi Policetube Sudah Dibanjiri Rating Buruk Dan Bintang Satu Aplikasi PoliceTube yang dikembangkan oleh DigitalUnggul mendapatkan rating hanya 1,7 bintang berdasarkan 34 ulasan di Google Play Store per 27 Juni 2025. Sebagian besar ulasan berisi kritik pedas terhadap kualitas konten dan layanan kepolisian, seperti yang ditunjukkan dalam komentar dari pengguna bernama Sul Tan. Jakarta, 28 Juni 2025 — Menjelang peluncuran resminya yang dijadwalkan pada 1 Juli 2025, aplikasi video berbasis Polri bernama Policetube justru menjadi sorotan publik. Belum genap diluncurkan secara nasional, aplikasi ini sudah memperoleh rating buruk dari puluhan pengguna di Google Play Store. Ratingnya jatuh ke angka 1,7 dari 5 bintang, berdasarkan 34 ulasan dengan dominasi bintang satu. Langkah Kepolisia...

Seorang Suami Di Dompu Tega Habisi Istrinya Gara-Gara Malu Viral Karena Utang

Tragedi di Dompu: Suami Habisi Istri Karena Tertekan Utang yang Viral Seorang suami di Dompu tega menghabisi nyawa istrinya karena merasa tertekan setelah viral di media sosial akibat utang Dompu, 7 Juni 2025 Warga Desa Marada, Dusun Nangasia, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, digemparkan oleh peristiwa pembunuhan tragis yang terjadi pada Sabtu pagi. Seorang pria berinisial Rahi (34) tega menghabisi nyawa istrinya, Yuni alias Rawi Weina (29), yang baru saja melahirkan dua minggu lalu. Motif di balik tindakan ini diduga kuat berkaitan dengan persoalan utang yang disebarluaskan di media sosial, sehingga membuat pelaku merasa malu dan mengalami tekanan mental. Peristiwa ini menambah deretan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada kematian, dan memperlihatkan betapa rentannya relasi keluarga saat dihadapkan pada te...

Pengacara Toni RM Dampingi Terpidana Kasus Narkotika Jalani Pemeriksaan Propam Polda Kaltim Selama 6 Jam di Lapas Bontang

Pengacara Toni RM Dampingi Terpidana Narkotika Diperiksa Propam Polda Kaltim Foto unggahan Facebook Pengacara Pengacara Toni RM, SH, MH Yang mendampingi kliennya, Fery, yang divonis 15 tahun penjara atas kasus narkotika Bontang, Kalimantan Timur – Proses pencarian keadilan terus dilakukan oleh Toni RM, SH, MH, pengacara yang dikenal lantang menyuarakan pelanggaran hukum oleh aparat penegak hukum. Kamis (5/6/2025) kemarin, Toni RM mendampingi kliennya, Fery—seorang terpidana kasus narkotika dengan vonis 15 tahun penjara—dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) di Lapas Bontang. Pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih enam jam itu selesai sekitar pukul 19.30 WITA. Setelahnya, Toni RM dan tim hukum kembali ke Samarinda pada pukul 01.00 dini hari, Jumat (6/6/2025). Pemeriksaan ini merupak...

Konsolidasi Senyap Presiden Prabowo: Loyalitas TNI dan Polri dalam Garis Komando Tunggal

Pasukan gabungan TNI dan POLRI Indonesia dalam formasi resmi, simbol loyalitas dan kekuatan pertahanan negara di bawah komando Presiden Prabowo. Presiden Prabowo Subianto kini tengah melakukan langkah strategis yang terkesan senyap, namun berdampak besar terhadap peta kekuasaan militer dan kepolisian. Di balik sorotan publik, terjadi proses rotasi dan mutasi jabatan yang mengarah pada satu tujuan utama: memastikan seluruh elemen TNI dan Polri berada dalam garis loyalitas tunggal kepada Presiden . Tidak ada lagi ruang kompromi bagi loyalitas ganda atau pengaruh dari masa pemerintahan sebelumnya, terutama dari Presiden Joko Widodo. Indikasi ini terlihat jelas dalam pola promosi dan reposisi yang berlangsung bertahap, tetapi konsisten. Promosi dan Pensiun Dini: Strategi Konsolidasi Salah satu contoh signifikan adalah penempatan Letnan Jenderal Jaka Budi Utama ke posisi sipil sebagai Dirjen Bea dan Cukai. Padahal, masa dinas militernya masih cukup panjang, yakni sekitar lima ...

Mantan Wakapolri Oegroseno Soroti Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dan Penyalahgunaan UU ITE

Mantan Wakapolri Oegroseno Soroti Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dan UU ITE Jakarta,16 Mei 2025 – Mantan Wakapolri Komjen Polisi (Purn) Drs. Oegroseno, S.H. secara tegas menyoroti mekanisme penyidikan Polri dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo yang kini menjadi perbincangan publik. Dalam wawancara bersama Abraham Samad dalam segmen “Speak Up Netizen”, Oegroseno menekankan pentingnya netralitas dan prosedur hukum yang sesuai, sembari mengkritisi potensi penyalahgunaan Undang-Undang ITE. Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno menyoroti penanganan kasus ijazah Jokowi dalam program Speak Up Netizen. Kritik Terhadap Penggunaan UU ITE Menurutnya, Undang-Undang ITE bukanlah instrumen hukum yang diciptakan untuk memenjarakan orang. “Jangan sampai pasal-pasal seperti 28, 32, atau 35 UU ITE dicari-cari untuk menjerat seseorang. Tujuan penegakan hukum adalah k...

Tragis! Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Tokoh Agama di Bekasi, Korban Mulai Bersuara

Tragis! Dugaan Pelecehan Seksual oleh Tokoh Agama di Bekasi Foto: Wali Kota Bekasi mengunjungi langsung rumah korban untuk memberikan dukungan dan perlindungan. Bekasi – Sejumlah perempuan akhirnya angkat bicara terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum tokoh agama di wilayah Pondok Ranggon, Bekasi. Pengakuan para korban menguak praktik yang diduga menyimpang, bermula dari aktivitas pengobatan berbasis agama. Sosok yang seharusnya menjadi panutan justru diduga memanfaatkan kepercayaan umat untuk melakukan tindakan tercela. Salah satu korban, perempuan berusia 26 tahun, menceritakan awal mula peristiwa tersebut. Ia mengaku mendatangi rumah sang ustadz atas rekomendasi seorang kerabat, dalam upaya mencari kesembuhan bagi ibunya yang tengah sakit keras. Pengobatan medis hingga alternatif telah ditempuh, n...

PHK dan Kemiskinan Struktural Di Indonesia: Menyulut Api Ketidakpuasan Rakyat

Krisis PHK dan Kemiskinan Struktural: Ketika Janji Palsu Menyulut Api Ketidakpuasan Rakyat Ilustrasi: Ribuan warga turun ke jalan dalam demonstrasi menolak PHK massal yang melanda berbagai sektor di Indonesia. (Foto: Amsor TV) Jakarta, 11 Mei 2025 — Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kian meluas di Indonesia menandai krisis ekonomi yang tidak bisa lagi disangkal. Hingga saat ini, tercatat hampir 90 ribu pekerja kehilangan pekerjaan, termasuk di sektor yang selama ini dianggap tangguh seperti media massa. Di tengah janji-janji penciptaan 19 juta lapangan kerja dan program makanan bergizi gratis, kenyataan di lapangan justru menunjukkan kemerosotan daya beli, jeritan rakyat, dan ketidakpastian masa depan. PHK Massal: Fenomena yang Terus Membesar Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia dihadapkan pada krisis ekonomi yang tidak hanya mempengaruhi se...

Tarif Naik, Delegasi Indonesia Bertemu Trump Pulang Tanpa Kesepakatan

Delegasi Indonesia dan pejabat Amerika Serikat berdiskusi dalam suasana diplomatik resmi, membahas isu tarif dan akses pasar. Jakarta – Sabtu, 10 Mei 2025,Dalam dunia diplomasi ekonomi, sikap dan respons negara mitra sangatlah krusial. Kali ini, hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat menampilkan sebuah kontras mencolok bila dibandingkan dengan perlakuan AS terhadap Tiongkok. Seperti permainan masa kecil di mana siapa yang berkedip duluan kalah, dalam perang tarif ini, Amerika justru ‘kedip’ terlebih dahulu kepada Tiongkok. Namun terhadap Indonesia, yang terjadi justru sebaliknya — tatapan tajam penuh tekanan dan kenaikan tarif hingga 47%. Amerika dan Tiongkok: Siapa yang Menang Tarik-Ulur? Di awal tahun 2025, ekonomi Amerika menunjukkan penurunan sebesar 0,3% dalam kuartal pertama. Sebagai Presiden yang mengedepankan stabilitas ekonomi domestik, Donald Trump mengambil langkah pragmatis: menurunkan tensi dengan Tiong...

Dinasti Politik Jokowi Dan Ancaman Disintegrasi 2030

Ditulis oleh: Amsor TV | 8 Mei 2025, 16:30 WIB Ilustrasi: Potret visual tentang bayang-bayang politik dinasti dan kekuatan militer yang dikritisi dalam era pemerintahan saat ini. Jakarta — Dinamika politik Indonesia pasca Pemilu 2024 telah membuka lembaran baru yang penuh gejolak, bukan hanya dalam tataran kekuasaan, tetapi juga pada pertanyaan fundamental mengenai masa depan demokrasi dan keutuhan negara. Kemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi Pilpres lalu memang telah disahkan secara resmi, namun perdebatan tentang legitimasi moral dan politiknya belum benar-benar selesai. Apalagi, kemenangan ini dinilai menjadi simbol konkret menguatnya fenomena politik dinasti di Indonesia. Isu ini kembali mencuat tajam dalam diskusi publik bertajuk Speak Up , yang dipandu oleh mantan Ketua KPK, Abraham Samad. Menghadirkan Bung Sat Ginting—pengamat milite...