Langsung ke konten utama

Turki dan Iran: Sebuah Hubungan yang Unik — Tidak Berteman, Tapi Juga Tidak Bermusuhan

Turki dan Iran: Sebuah Hubungan yang Unik
Pertemuan pemimpin Iran, Rusia, dan Turki dalam forum kerja sama kawasan di tengah konflik Suriah.
Presiden Iran, Presiden Rusia, dan Presiden Turki berjabat tangan dalam pertemuan trilateral yang membahas masa depan Suriah dan stabilitas kawasan.( Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English )

Jakarta, 20 Juni 2025

Perbatasan panjang antara Turki dan Iran bukan sekadar garis pemisah geografis. Wilayah ini merupakan salah satu perbatasan tertua di Timur Tengah yang tetap tak berubah sejak tahun 1639 — warisan dari Perjanjian Qasr-e Shirin (Castroin) yang mengakhiri perang antara Kekaisaran Ottoman dan Dinasti Safawi. Dari titik inilah benih-benih persaingan yang membentuk dinamika hubungan geopolitik modern kedua negara mulai tumbuh.

Hubungan yang Kompleks: Tidak Berteman, Tidak Bermusuhan

Sejak berdirinya Republik Turki modern pada tahun 1923 hingga terjadinya Revolusi Islam Iran pada 1979, hubungan antara Ankara dan Teheran cenderung berhati-hati namun stabil. Dua pemimpin utama pada masa itu — Mustafa Kemal Atatürk dari Turki dan Shah Mohammad Reza Pahlavi dari Iran — memiliki kesamaan visi dalam hal reformasi sekuler dan penolakan terhadap dominasi asing.

Saling melengkapi menjadi ciri khas hubungan mereka: ketika satu pihak kekurangan sesuatu, pihak lain siap mengisi. Turki, misalnya, mengimpor gas dari Iran. Di sisi lain, Iran yang terkena sanksi internasional mengalami kesulitan dalam memproduksi listrik dan mengandalkan ekspor energi dari Turki. Ketergantungan timbal balik inilah yang membentuk dasar kerja sama strategis mereka — meski tetap dibalut dengan ketegangan yang dikelola secara pragmatis.

Revolusi, Kudeta, dan Kecurigaan

Namun, peta politik berubah drastis pasca Revolusi Islam Iran tahun 1979. Iran yang kini menjadi negara teokratis dipandang Turki sekuler sebagai ancaman ideologis. Ketegangan kian meningkat setelah kudeta militer Turki tahun 1980, di mana Iran mulai memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok Islam Sunni yang menentang pemerintahan Turki.

Saat perang Iran-Irak berlangsung sepanjang dekade 1980-an, Turki memilih untuk tetap netral. Meski demikian, dampak konflik tetap terasa dan memperumit hubungan bilateral.

Saingan di Suriah, Bekerja Sama di Astana

Hubungan Turki dan Iran cenderung lebih sering bersifat kompetitif ketimbang kolaboratif. Suriah menjadi medan nyata dari persaingan ini: Turki mendukung kelompok oposisi, sementara Iran secara tegas berada di pihak rezim Bashar al-Assad. Bagi keduanya, keuntungan satu pihak selalu dianggap sebagai kerugian pihak lain.

Baca Juga:

Meski bersaing, mereka tetap menghindari konfrontasi langsung demi menjaga kekuatan dan posisi strategis di kawasan. Bahkan, Turki dan Iran sempat terlibat bersama dalam Proses Perdamaian Astana yang juga didukung oleh Rusia — sebuah forum diplomatik untuk masa depan Suriah.

Namun, tahun 2024 menjadi titik balik. Ketika Turki memperluas peran militernya di Suriah, Pemimpin Tertinggi Iran menuduh Ankara melakukan pendudukan. Hal ini menandai ketegangan baru dalam kerja sama mereka di Astana.

Perdagangan, Pariwisata, dan Realitas Sosial

Di tengah ketegangan politik, hubungan sosial dan ekonomi antara kedua negara tetap berjalan aktif. Tercatat lebih dari 25 juta etnis Turki tinggal di Iran, sementara lebih dari 3 juta wisatawan Iran mengunjungi Turki dalam satu tahun terakhir. Meskipun nilai perdagangan bilateral menurun menjadi $6 miliar, jauh dari puncaknya di tahun 2016, jalur komunikasi tetap terbuka.

Ketegangan juga merambah ke opini publik dan media. Media Iran menuding Presiden Recep Tayyip Erdoğan bersikap munafik karena vokal membela Palestina namun tetap menjalin hubungan dagang dengan Israel. Tuduhan ini muncul setelah serangan Israel di Gaza, yang makin memperkeruh suasana regional.

Di Tengah Krisis Regional: Posisi Turki Pasca Serangan Israel

Serangan langsung Israel terhadap Iran menjadi ujian serius bagi diplomasi Turki. Ankara menyuarakan pembelaan terhadap hak-hak Iran dan mendorong de-eskalasi konflik, namun di saat yang sama bersiap secara militer dan diplomatik untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi.

Inilah potret hubungan yang dilembagakan dan kompleks antara dua kekuatan regional utama. Mereka saling tergantung namun tetap curiga. Di tengah gejolak Timur Tengah yang terus berubah, Turki dan Iran tetap memainkan peran kunci — berjalan di garis tipis antara kerja sama dan konfrontasi, antara kepentingan bersama dan persaingan ideologis yang tak kunjung reda.

Redaksi Amsor TV

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Tua Pasien Ungkap Dugaan Malpraktik di RS Sentra Medika Langut, Ditekan untuk Hapus Ulasan Negatif

Indramayu, 8 Mei 2025 — Seorang ibu muda, Kurota Ayun, membagikan pengalaman pahit yang dialaminya saat merawat anaknya di Rumah Sakit Sentra Medika Langut, Kabupaten Indramayu. Melalui unggahannya di media sosial dan ulasan publik, ia mengungkapkan dugaan kelalaian penanganan medis yang dialami anaknya yang masih berusia 7 bulan 4 hari. Dalam ulasan yang diunggahnya, Kurota Ayun menceritakan bahwa anaknya dilarikan ke IGD rumah sakit tersebut karena mengalami demam tinggi disertai kejang. Namun, selama proses penanganan, pemasangan infus pada bayinya dilakukan lebih dari lima kali namun tidak berhasil. Unggahan Kurota Ayun yang menyoroti dugaan kelalaian medis saat merawat anaknya di RS Sentra Medika Langut. "Anak sekecil itu merasakan berkali-kali tusukan jarum infus. Ketika dirawat, ternyata infusan tidak j...

Profil Lengkap Yahya Pencipta Lagu Keloas Yang Jarang diketahui Banyak Orang

Mendiang Yahya, Pencipta Lagu Keloas Asal Indramayu Kiri: Erna (istri), Kanan: Yahya – pencipta lagu legendaris Keloas dari Indramayu dalam potret pernikahan mereka. Lagu ini menjadi simbol budaya musik tarling Dermayu. Mendiang Yahya Pencipta Lagu Keloas Asal Indramayu .  Yahya adalah seorang pencipta lagu asal Desa Waled Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ia dikenal luas sebagai penggubah lagu legendaris "Keloas"  sebuah karya musik yang tidak hanya populer secara Nasional, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam budaya musik daerah Pantai Utara Jawa. Lagu ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Indramayu, Cirebon, dan Brebes, Bahkan sampai Nasional serta sering dibawakan dalam berbagai acara hajatan, pentas rakyat, hingga konser musik daerah. Meskipun informasi tentang kehidupan pribadi Yahya tidak banyak diketahui secara publi...

Pengakuan Mengejutkan Lisa Mariana: Benarkah Ridwan Kamil Terlibat Skandal Rumah Tangga?

Jakarta – Rumah tangga mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan sang istri Atalia Praratya , mendadak menjadi sorotan publik usai muncul pengakuan mengejutkan dari seorang perempuan bernama Lisa Mariana . Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Intens Investigasi , Lisa mengklaim pernah menginap bersama Ridwan Kamil selama tiga hari di sebuah hotel di Palembang pada Juni 2021. Skandal Ridwan Kamil: Lisa vs Atalia, Fakta Terungkap ! Lebih mencengangkan lagi, Lisa mengaku bahwa dari pertemuan itu, ia kemudian hamil dan melahirkan seorang anak perempuan. Klaim ini sontak mengguncang publik, apalagi saat diketahui bahwa Atalia dan Ridwan Kamil menjalani salat Idul Fitri secara terpisah beberapa waktu lalu—memicu dugaan adanya keretakan dalam rumah tangga pasangan ini. Pengakuan Lisa yang Menghebohkan Lisa Mariana secara terbuka membeberkan kronologi pertemuan dirinya dengan Ridwan Kamil. Ia menyebut, awal komunikasi terjadi pada Mei 2021, berlanjut dengan pertemuan fisik di Hotel...