Langsung ke konten utama

Puji Lestari Farm: Dari Hobi Jadi Prestasi Nasional di Dunia Kambing Kontes

Ahmad Fuad Fauzi, pemilik Puji Lestari Farm, sedang duduk santai di kandang kambing miliknya di Desa Wates, Tulungagung, tempat ia membangun peternakan kambing kontes dari nol.”
Ahmad Fuad Fauzi, pemuda asal Tulungagung yang sukses membangun peternakan kambing kontes Puji Lestari Farm, memulai usaha ini dari keinginan mandiri dan kini dikenal hingga tingkat nasional

Tulungagung – Siapa sangka dari sebuah aktivitas sederhana mencari kesibukan, Ahmad Fuad Fauzi berhasil menorehkan prestasi nasional dalam dunia peternakan kambing kontes. Lahir dari keinginan pribadi untuk mandiri dan tidak bergantung pada usaha keluarga, pria yang akrab disapa Fuad ini kini dikenal luas sebagai pemilik Puji Lestari Farm, sebuah peternakan kambing unggulan di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Awal Perjalanan: Dari Burung ke Kambing

Perjalanan Fuad di dunia peternakan tidaklah dimulai dari kambing. “Awalnya saya ternak burung,” ujar Fuad. Namun seiring waktu, aktivitas itu dirasa kurang menantang. “Kalau ngerawat burung kan cuma sebentar, paling satu sampai dua jam. Sisanya saya bingung mau ngapain,” kenangnya. Dari situlah ia mulai mencari kegiatan baru yang bisa lebih produktif dan menantang.

Tepat pada pertengahan tahun 2020, Fuad memutuskan untuk mencoba beternak kambing. Saat itu, ia mengakui belum memiliki pengalaman maupun pengetahuan mendalam soal dunia peternakan kambing. “Kita kan masih pemula, ilmu minim. Ya cuma bisa ngerawat, kita rawat aja semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Tantangan Awal dan Perjuangan Mandiri

Keputusan Fuad untuk memulai peternakan kambing sempat tidak mendapat restu dari keluarganya. Ia bahkan sempat disarankan untuk kembali ke Sumatera dan melanjutkan usaha keluarga di bidang pengolahan kayu seperti di Pekanbaru, Riau. Namun dengan keyakinan kuat, Fuad memilih berdiri di atas kaki sendiri.

“Kalau bisa mandiri, kenapa tidak? Dari awal saya punya pendirian, saya ingin bangun usaha sendiri dulu. Kalau gagal, baru saya gabung ke usaha keluarga,” tegasnya.

Baru setelah satu tahun menjalani peternakan kambing dengan serius, keluarga mulai memberi dukungan. Ia pun mendapat suntikan modal sekitar Rp150 juta yang digunakan untuk membangun kandang, membeli bibit ramban, dan delapan ekor kambing awal. “Modal itu gabungan dari hasil ternak burung dan sebagian dari keluarga,” jelasnya.

Strategi Breeding: Jual Cemplung, Beli Indukan

Puji Lestari Farm sejak awal mengusung sistem breeding (pengembangbiakan). “Anak kambing yang kecil atau cemplung kita jual, hasilnya kita pakai untuk beli indukan atau doro (kambing siap kawin). Jadi lebih cepat berkembang populasinya,” papar Fuad. Strategi ini terbukti efisien dalam mempercepat pertumbuhan jumlah kambing produktif di peternakannya.

Awalnya ia memulai dengan tujuh ekor kambing betina dan satu pejantan dari jenis PE (Peranakan Etawa) ras Kaligesing. Menurut Fuad, jenis ini dipilih karena memiliki postur besar dan nilai seni tinggi dalam kontes. “Kambing PE Kaligesing bisa untuk kontes, bisa juga diambil susunya dan dagingnya. Banyak manfaatnya,” katanya.

Media Sosial dan Kiprah di Dunia Kontes

Untuk memperkenalkan usahanya, Fuad aktif memanfaatkan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. “Awalnya kita kenalkan lewat media sosial. Setelah dua tahun baru berani ikut kontes,” ujar Fuad. Ia mengaku tidak nekat saat pertama kali ikut kontes, karena kambingnya memang sudah memenuhi kriteria.

“Dari segi postur, bulu, kepala, telinga, dan proporsionalitas sudah masuk spek kontes,” jelasnya. Sejak saat itu, kambing-kambing dari Puji Lestari Farm mulai dikenal banyak orang. Tak tanggung-tanggung, kambing milik Fuad pernah menjuarai kontes tingkat nasional seperti Piala Presiden dan Piala Bupati. “Juara satu, dua, tiga sudah pernah semua,” katanya bangga.

Rojuli: Legenda dari Kaligesing

Salah satu kambing fenomenal dari Puji Lestari Farm adalah Rojuli, yang namanya berasal dari “Roj” (sebutan kambing jantan) dan bulan Juli, saat kambing ini dibeli pada tahun 2020. “Rojuli ini pernah ditawar Rp500 juta, tapi keluarga tidak mengizinkan untuk dijual,” ungkap Fuad. Sebagai gantinya, ia menjual anak-anak Rojuli yang harganya juga fantastis. “Anaknya umur 10 hari pernah laku Rp7 juta,” tambahnya.

Dari Rojuli, reputasi Fuad semakin melambung. Total, kambing ini telah mengantongi sekitar 16 hingga 17 piala dari berbagai kontes nasional. Meski kini Rojuli telah dipensiunkan dari dunia kontes dan difokuskan untuk program breeding, pengaruhnya dalam perkembangan Puji Lestari Farm tetap besar.

Rahasia Perawatan: Cinta, Konsistensi, dan Detail

Meski terlihat sederhana, perawatan kambing kontes ternyata sangat kompleks. Fuad mengungkapkan ada sekitar 12 parameter yang menjadi penilaian dalam kontes, mulai dari kepala, tanduk, glambir (lipatan kulit), bulu, telinga, postur tubuh, hingga proporsi keseluruhan. “Kita enggak terlalu mikir kontes, tapi tetap kita rawat semaksimal mungkin. Kalau memang layak ikut kontes, ya kita ikutkan. Kalau enggak bisa, ya sudah. Kontes itu bonus,” ucapnya rendah hati.

Menurut Fuad, rahasia utama keberhasilannya adalah konsistensi dan ketulusan dalam merawat hewan-hewan ternaknya. “Kita rawat seperti keluarga sendiri. Yang penting sabar dan telaten. Rezeki nanti datang sendiri,” pungkasnya.

Harapan ke Depan: Breeding dan Edukasi

Saat ini Puji Lestari Farm mulai fokus ke pengembangan breeding kambing berkualitas tinggi. Fuad berharap ke depannya peternakan ini tidak hanya menjadi pusat produksi kambing PE unggulan, tapi juga menjadi tempat edukasi dan inspirasi bagi peternak pemula di seluruh Indonesia.

“Kita ingin berbagi ilmu. Dulu kita mulai dari nol, sekarang sudah dapat banyak pengalaman. Semoga bisa jadi manfaat buat yang lain,” harap Fuad.

Kesimpulan

Perjalanan Fuad bersama Puji Lestari Farm adalah kisah nyata tentang semangat kemandirian, ketekunan, dan keberanian dalam merintis usaha dari nol. Dari lahan kosong dan delapan ekor kambing, kini ia menjadi tokoh muda inspiratif yang mampu bersaing di level nasional. Bagi banyak orang, kisah ini menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil—asal dilakukan dengan hati.

Baca juga: Tutorial Daftar NPWP Online untuk Perempuan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Tua Pasien Ungkap Dugaan Malpraktik di RS Sentra Medika Langut, Ditekan untuk Hapus Ulasan Negatif

Indramayu, 8 Mei 2025 — Seorang ibu muda, Kurota Ayun, membagikan pengalaman pahit yang dialaminya saat merawat anaknya di Rumah Sakit Sentra Medika Langut, Kabupaten Indramayu. Melalui unggahannya di media sosial dan ulasan publik, ia mengungkapkan dugaan kelalaian penanganan medis yang dialami anaknya yang masih berusia 7 bulan 4 hari. Dalam ulasan yang diunggahnya, Kurota Ayun menceritakan bahwa anaknya dilarikan ke IGD rumah sakit tersebut karena mengalami demam tinggi disertai kejang. Namun, selama proses penanganan, pemasangan infus pada bayinya dilakukan lebih dari lima kali namun tidak berhasil. Unggahan Kurota Ayun yang menyoroti dugaan kelalaian medis saat merawat anaknya di RS Sentra Medika Langut. "Anak sekecil itu merasakan berkali-kali tusukan jarum infus. Ketika dirawat, ternyata infusan tidak j...

Profil Lengkap Yahya Pencipta Lagu Keloas Yang Jarang diketahui Banyak Orang

Mendiang Yahya, Pencipta Lagu Keloas Asal Indramayu Kiri: Erna (istri), Kanan: Yahya – pencipta lagu legendaris Keloas dari Indramayu dalam potret pernikahan mereka. Lagu ini menjadi simbol budaya musik tarling Dermayu. Mendiang Yahya Pencipta Lagu Keloas Asal Indramayu .  Yahya adalah seorang pencipta lagu asal Desa Waled Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ia dikenal luas sebagai penggubah lagu legendaris "Keloas"  sebuah karya musik yang tidak hanya populer secara Nasional, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam budaya musik daerah Pantai Utara Jawa. Lagu ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Indramayu, Cirebon, dan Brebes, Bahkan sampai Nasional serta sering dibawakan dalam berbagai acara hajatan, pentas rakyat, hingga konser musik daerah. Meskipun informasi tentang kehidupan pribadi Yahya tidak banyak diketahui secara publi...

Pengakuan Mengejutkan Lisa Mariana: Benarkah Ridwan Kamil Terlibat Skandal Rumah Tangga?

Jakarta – Rumah tangga mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan sang istri Atalia Praratya , mendadak menjadi sorotan publik usai muncul pengakuan mengejutkan dari seorang perempuan bernama Lisa Mariana . Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Intens Investigasi , Lisa mengklaim pernah menginap bersama Ridwan Kamil selama tiga hari di sebuah hotel di Palembang pada Juni 2021. Skandal Ridwan Kamil: Lisa vs Atalia, Fakta Terungkap ! Lebih mencengangkan lagi, Lisa mengaku bahwa dari pertemuan itu, ia kemudian hamil dan melahirkan seorang anak perempuan. Klaim ini sontak mengguncang publik, apalagi saat diketahui bahwa Atalia dan Ridwan Kamil menjalani salat Idul Fitri secara terpisah beberapa waktu lalu—memicu dugaan adanya keretakan dalam rumah tangga pasangan ini. Pengakuan Lisa yang Menghebohkan Lisa Mariana secara terbuka membeberkan kronologi pertemuan dirinya dengan Ridwan Kamil. Ia menyebut, awal komunikasi terjadi pada Mei 2021, berlanjut dengan pertemuan fisik di Hotel...