Langsung ke konten utama

Artikel Populer

DPR Disabotase: Surat Pemakzulan Gibran Tidak Dibacakan

Guru Honorer Indramayu Akan Gelar Aksi Damai 21 April: “Pantang Pulang Sebelum Didengar!”

Indramayu, 13 April 2025 – Dalam sebuah momen refleksi mendalam, Ketua Forum Database BKN Kabupaten Indramayu, Ilham menyuarakan kegelisahan atas kondisi para guru honorer yang selama ini kurang mendapat perhatian layak dari berbagai pihak, meski peran mereka sangat vital dalam dunia pendidikan.

potret-guru-honorer-indramayu-terpinggirkan
Ketua forum database BKN Indramayu Ber Orasi lewat media sosial Facebook 

"Saya merenung... ternyata mayoritas teman-teman honorer hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan," ungkapnya.
Banyak dari mereka yang telah mengabdi puluhan tahun, namun masih menerima honor di bawah Rp1 juta per bulan. Bahkan, tak sedikit yang hanya menerima Rp500 ribu hingga Rp700 ribu.

Dalam kunjungan langsung (ngopi darat) ke kediaman para guru, ditemukan realitas yang menyedihkan: tinggal di rumah kontrakan, menumpang, atau bahkan berada dalam kondisi lebih buruk dari itu.

Tersenyum dalam Luka, Ikhlas dalam Sesak
Meski hidup dalam keterbatasan, para guru ini tetap berusaha menampilkan senyum di hadapan murid dan masyarakat. Mereka menyimpan luka dan kekecewaan dalam diam, menutupi duka dengan keceriaan.
Banyak yang berkata, “qonaah” dan menerima, meski sesungguhnya mereka berharap akan perubahan yang lebih baik.

Pengabdian Panjang, Namun Dikesampingkan
Guru-guru yang telah lama mengabdi kini merasa terabaikan. Banyak dari mereka yang tidak dapat mengikuti seleksi PPPK karena ijazah yang dianggap tidak linier, meskipun mereka telah bertahun-tahun menjalankan tugas sebagai pendidik utama.

"Nyalon kuwu pakai ijazah SMA boleh. Nyalon bupati pun boleh. Tapi guru honorer dengan pengabdian puluhan tahun? Tidak bisa daftar PPPK formasi guru," ungkapnya dengan nada kecewa.

Usia yang tidak lagi muda membuat sebagian guru sulit untuk melanjutkan studi demi mengejar ijazah baru. Di sisi lain, honor yang diterima pun tidak cukup untuk menopang kehidupan, apalagi membiayai pendidikan lanjutan.

Antara Harapan dan Ketakutan
Dihadapkan pada kebijakan yang terus berubah dan minimnya perhatian dari pemerintah, para guru honorer merasa diabaikan. Mereka bingung: apakah harus diam dengan harapan atau bergerak dengan ketakutan.

"Bismillah… diniati berjuang untuk para guru yang sudah sepuh, dan untuk mereka yang telah mengabdi lama. Saatnya kita bergerak bersama," tegasnya.


Seruan Aksi Damai: 21 April 2025

Sebagai bentuk kepedulian dan perjuangan terhadap nasib para guru honorer, Ketua Forum Database BKN Kabupaten Indramayu menyerukan kepada seluruh anggota untuk turun ke jalan dalam aksi damai pada 21 April 2025 di Pendopo Kabupaten Indramayu.

"Pantang pulang sebelum tuntutan dipenuhi dan mendapat hasil nyata yang berpihak kepada kita semua," tutupnya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Lengkap Yahya Pencipta Lagu Keloas Yang Jarang diketahui Banyak Orang

Mendiang Yahya, Pencipta Lagu Keloas Asal Indramayu Kiri: Erna (istri), Kanan: Yahya – pencipta lagu legendaris Keloas dari Indramayu dalam potret pernikahan mereka. Lagu ini menjadi simbol budaya musik tarling Dermayu. Mendiang Yahya Pencipta Lagu Keloas Asal Indramayu .  Yahya adalah seorang pencipta lagu asal Desa Waled Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ia dikenal luas sebagai penggubah lagu legendaris "Keloas"  sebuah karya musik yang tidak hanya populer secara Nasional, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam budaya musik daerah Pantai Utara Jawa. Lagu ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Indramayu, Cirebon, dan Brebes, Bahkan sampai Nasional serta sering dibawakan dalam berbagai acara hajatan, pentas rakyat, hingga konser musik daerah. Meskipun informasi tentang kehidupan pribadi Yahya tidak banyak diketahui secara publi...

DPR Disabotase: Surat Pemakzulan Gibran Tidak Dibacakan

DPR Disabotase: Surat Pemakzulan Gibran Tidak Dibacakan Feri Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, dalam program Abraham Samad Speak Up membahas surat pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Tangkapan layar YouTube Abraham Samad Speak Up) Jakarta, 30 Juni 2025 – Dalam sebuah diskusi publik bertajuk Abraham Samad Speak Up , kembali mencuat isu penting seputar pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam acara ini, hadir Feri Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, yang turut menyampaikan berbagai pandangan kritis terkait dinamika hukum dan politik yang sedang berlangsung. Feri Amsari menjelaskan bahwa terdapat cukup banyak bukti logis yang menunjukkan adanya hubungan antara akun kontroversial “Fufu Fafa” dengan Wakil Presiden saat ini. Dugaan ini, menurutnya, tidak bisa dianggap sepele. Ia menekankan bahwa keterkaitan tersebut haru...

Operasi Jam Malam di Jatisawit, Polsek Jatibarang Indramayu Tertibkan Pelajar Keluyuran Malam

Operasi Jam Malam di Jatisawit, Polsek Jatibarang Tertibkan Pelajar Jatisawit, Indramayu – Jumat, 13 Juni 2025 Dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 51/PA.03/DISDIK tertanggal 23 Mei 2025, Pemerintah Desa Jatisawit bekerja sama dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Jatibarang menggelar operasi jam malam bagi pelajar pada Jumat malam, 13 Juni 2025. Kegiatan ini menyasar sejumlah titik yang kerap dijadikan tempat nongkrong oleh pelajar setelah pukul 21.00 WIB. Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Kecamatan Jatibarang tersebut, petugas menemukan sejumlah remaja dan pelajar yang masih berada di luar rumah tanpa didampingi orang tua maupun kegiatan resmi yang diperbolehkan. Mereka kemudian diberikan pembinaan di tempat dan diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Polsek Jatibarang dan Pem...