Langsung ke konten utama

PDAM Indramayu Disorot: Air Keruh, Tarif Mahal, dan Dugaan Korupsi Rp 353 Miliar

Indramayu, – April 2025 — Keluhan warga terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu makin memuncak. Di tengah kualitas air yang buruk, tarif yang tetap mahal, dan minimnya kompensasi, masyarakat kini juga dihadapkan pada kabar mencengangkan terkait dugaan korupsi ratusan miliar rupiah di tubuh PDAM tersebut.

air-keruh-pdam-indramayu-dan-dugaan-korupsi-353-miliar
Potret ketimpangan sosial di Indramayu—warga harus antre dan menggunakan air keruh dari PDAM, sementara pejabat menikmati air bersih dalam kemasan. Gambar ini menggambarkan krisis pelayanan air bersih, mahalnya tarif, dan dugaan korupsi yang merugikan masyarakat.

Warga di beberapa wilayah seperti Kecamatan Juntinyuat dan Karangampel mengeluhkan air PDAM yang keruh, berbau, dan tidak layak pakai. Beberapa di antaranya bahkan menunjukkan dokumentasi visual air berwarna kecokelatan yang mengalir dari keran rumah. Tak sedikit pelanggan mengaku tetap dikenakan tagihan tinggi meskipun air nyaris tidak bisa digunakan.

“Air seperti lumpur. Tapi tagihan tetap masuk dan tidak ada pengurangan atau kompensasi. Ini jelas tidak adil,” keluh Siti, warga Juntinyuat, melalui unggahan di media sosial yang viral.

Menanggapi keresahan tersebut, PDAM Indramayu menyampaikan bahwa saat ini tengah dilakukan penambahan debit dan tekanan sebagai upaya peningkatan pelayanan, yang menyebabkan gangguan distribusi air bersih di wilayah Juntinyuat dan Karangampel. Pihak PDAM juga menginformasikan bahwa flushing atau pengurasan pipa distribusi sedang berlangsung, dan meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan.

Namun, polemik seputar kualitas layanan PDAM belum selesai. Masalah ini semakin kompleks setelah munculnya dugaan korupsi senilai lebih dari Rp 300 miliar di tubuh PDAM Tirta Darma Ayu. Informasi ini mencuat setelah LSM Gerakan Aktivis Penyelamat Uang Negara (GAPURA) secara resmi melaporkannya ke Kejaksaan Agung pada 30 Januari 2025 lalu.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun Anggaran 2023, ditemukan adanya penyelewengan dana sebesar Rp 353.823.114.810. Dana tersebut seharusnya disetorkan ke kas daerah, namun hingga kini belum masuk, sehingga menimbulkan dugaan kuat terjadinya tindak pidana korupsi di tubuh PDAM.

“Di saat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, malah terungkap bahwa ratusan miliar rupiah dana yang seharusnya untuk pelayanan justru raib. Ini sangat memprihatinkan dan harus segera diusut tuntas,” kata Irwan, salah satu anggota GAPURA saat dikonfirmasi media lokal.

Warga dan aktivis kini mendesak Kejaksaan Agung dan pihak berwenang untuk segera melakukan audit menyeluruh dan membuka proses hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Mereka berharap agar kasus ini tidak hanya berhenti pada laporan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti demi pemulihan pelayanan publik yang bersih dan akuntabel.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Tua Pasien Ungkap Dugaan Malpraktik di RS Sentra Medika Langut, Ditekan untuk Hapus Ulasan Negatif

Indramayu, 8 Mei 2025 — Seorang ibu muda, Kurota Ayun, membagikan pengalaman pahit yang dialaminya saat merawat anaknya di Rumah Sakit Sentra Medika Langut, Kabupaten Indramayu. Melalui unggahannya di media sosial dan ulasan publik, ia mengungkapkan dugaan kelalaian penanganan medis yang dialami anaknya yang masih berusia 7 bulan 4 hari. Dalam ulasan yang diunggahnya, Kurota Ayun menceritakan bahwa anaknya dilarikan ke IGD rumah sakit tersebut karena mengalami demam tinggi disertai kejang. Namun, selama proses penanganan, pemasangan infus pada bayinya dilakukan lebih dari lima kali namun tidak berhasil. Unggahan Kurota Ayun yang menyoroti dugaan kelalaian medis saat merawat anaknya di RS Sentra Medika Langut. "Anak sekecil itu merasakan berkali-kali tusukan jarum infus. Ketika dirawat, ternyata infusan tidak j...

Profil Lengkap Yahya Pencipta Lagu Keloas Yang Jarang diketahui Banyak Orang

Mendiang Yahya, Pencipta Lagu Keloas Asal Indramayu Kiri: Erna (istri), Kanan: Yahya – pencipta lagu legendaris Keloas dari Indramayu dalam potret pernikahan mereka. Lagu ini menjadi simbol budaya musik tarling Dermayu. Mendiang Yahya Pencipta Lagu Keloas Asal Indramayu .  Yahya adalah seorang pencipta lagu asal Desa Waled Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ia dikenal luas sebagai penggubah lagu legendaris "Keloas"  sebuah karya musik yang tidak hanya populer secara Nasional, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam budaya musik daerah Pantai Utara Jawa. Lagu ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Indramayu, Cirebon, dan Brebes, Bahkan sampai Nasional serta sering dibawakan dalam berbagai acara hajatan, pentas rakyat, hingga konser musik daerah. Meskipun informasi tentang kehidupan pribadi Yahya tidak banyak diketahui secara publi...

Pengakuan Mengejutkan Lisa Mariana: Benarkah Ridwan Kamil Terlibat Skandal Rumah Tangga?

Jakarta – Rumah tangga mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan sang istri Atalia Praratya , mendadak menjadi sorotan publik usai muncul pengakuan mengejutkan dari seorang perempuan bernama Lisa Mariana . Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Intens Investigasi , Lisa mengklaim pernah menginap bersama Ridwan Kamil selama tiga hari di sebuah hotel di Palembang pada Juni 2021. Skandal Ridwan Kamil: Lisa vs Atalia, Fakta Terungkap ! Lebih mencengangkan lagi, Lisa mengaku bahwa dari pertemuan itu, ia kemudian hamil dan melahirkan seorang anak perempuan. Klaim ini sontak mengguncang publik, apalagi saat diketahui bahwa Atalia dan Ridwan Kamil menjalani salat Idul Fitri secara terpisah beberapa waktu lalu—memicu dugaan adanya keretakan dalam rumah tangga pasangan ini. Pengakuan Lisa yang Menghebohkan Lisa Mariana secara terbuka membeberkan kronologi pertemuan dirinya dengan Ridwan Kamil. Ia menyebut, awal komunikasi terjadi pada Mei 2021, berlanjut dengan pertemuan fisik di Hotel...